Banyak yang bilang kalau di belahan dunia barat sana, manajemen perusahaan2 yang ada no.1 di dunia! Segala macam urusan birokrasi perusahaan, manajerial, administrasi, dsb adalah urusan gampang di negara2 barat ini. But...a lot of people said kalau di western countries (ex: USA and Europe region) punya perusahaan2 yang secara 'personal' kurang dekat dengan customer mereka. Mungkin dari segi manajerial perusahaan2 ini sangat mampu untuk mengembangkan usahanya karena keprofesionalan mereka. Tapi, ada unsur lain yang banyak dirasa sangat kurang dari tipikal perusahan2 western countries ini. Hal tersebut adalah keramahan, kehangatan dari perusahaan (staff) dan kekeluargaan.
Well, banyak yang bilang suatu perusahaan jauh lebih membutuhkan profesionalitas manajemenen dibanding hal2 sederhana seperti itu. Yup, unsur2 keramahan dsb memang jarang ditemui di western countries (mungkin karena habit dari orang2nya). Bukan berarti tidak ada, namun masih sangat kurang untuk menimbulkan kesan nyaman bagi customer. Untuk customer dari western countries, mungkin hal ini tidak menjadi masalah karena mereka sudah sangat terbiasa. Tapi, bayangkan jika customer dari perusahaan2 seperti ini adalah orang 'timur', tentu saja unsur kenyamanan, tidak sekedar profesionalitas menjadi sangat penting.
Di Asia, manajemen dan profesionalitas bisa dikatakan masih kurang dibanding negara2 barat. Hal ini bisa dilihat bahwa lebih banyak perusahaan negara2 barat yang mampu bersaing di dunia International karena manajemen mereka yang sangat terorganisir dan rapi. Bukan berarti perusahaan seperti Toyota, Honda, Sony, dkk tidak mampu lokh untuk bersaing dengan perusahaan2 raksasa dari western countries seperti Microsoft, McD, Coca Cola, dsb.
Perdebatan mengenai manajemen yang baik akan jauh lebih menguntungkan bagi perusahaan dibanding keramahan, kekeluargaan dsb memang tidak akan ada habisnya. Pilihannya, lebih memilih perusahan berkembang pesat, atau lebih lambat perkembangannya karena manajemen yang agak kurang di banding mengutamakan rasa nyaman atau hospitality dari customer.
Singapore Airlines berhasil membuktikan bahwa perusahaan penerbangan ini mampu untuk menyatukan dua unsur yang cukup sering menjadi perbincangan. Yang sudah pernah naik maskapai penerbangan ini pasti bisa merasakan bedanya. Manajemennya sangat rapi, mulai dari jajaran hierarki atas hingga para pramugari dan pilot. Customer akan dengan mudah melihat dan merasakan para pramugari yang sangat profesional mengerjakan tugas mereka melayani para penumpang. Mungkin hal ini cukup sering kita lihat jika naik maskapai seperti Lufthansa, Fly Emirates, dsb. Tapi di Singapore Airlines, segalanya menjadi beda ketika kita melihat senyuman dan keramahan yang tulus dari para pramugari, atau bahkan petugas tiket yang melayani maskapai penerbangan ini. Ya, senyuman ini membawa 'Asian Hospitality', suatu nilai plus yang punya impact luar biasa ke para penumpangnya. Tak heran nama Singapore Airlines mampu menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar dunia.
Singapore Airlines hanya contoh bahwa ternyata bukan tak mungkin Western Professionalism dapat digabungkan dengan Asian Hospitality. Hasilnya, silahkan tebak sendiri! Yang pasti, kalau dengan manajemen baik saja perusahaan bisa maju, apalagi jika ditambah bumbu 'keramahan'.
Category: Marketing

i mean - liat d,spore airlines ga cuma terkenal krn 'SMiling Singapore Girl'ny (which represents Hospitality', tp jg krn dy GA PERNAH KECELAKAAN n pelayananny bagus - represents profesionality.
so...klo dua2ny digAbung kan jadiny keren ke SQ XD kapan Garuda jadi ky gini ya...
mari berharap dan kita iringi saja dengan doa.