Banyak orang yang beranggapan bahwa sex does sells in advertising. Makin banyak iklan2 yang menampilkan icon (terutama wanita) di iklan2nya. Entah iklan yang memang nyambung dengan pake wanita untuk produk/brandnya, ato bahkan yang ga nyambung sama sekali (ex: iklan mobil pake ce2 seksi).
Untuk produk2 yang memang nyambung dengan kebutuhan memakai sex sih no problem. Toh, memang itu kan personality dari brand mereka. Nah, yang mengherankan banyak sekali brand2 yang mengekploitasi sex di iklan mereka. Alasan umumnya : sex itu menarik, memikat, dan ujung2nya menjual.
Tapi...apakah sex benar2 MENJUAL? apanya yang di JUAL? jangan2 malah audience melihat sang icon sexnya lebih menjual daripada produknya. Apalagi kalau iklannya benar2 menarik mata, wah, jangan2 bisa inget model dan iklannya, tapi ga taw itu sebenarnya iklan dari produk apa. Bahkan terkadang iklan dengan sex itu malah membuat image dari produk sendiri bisa jatuh lokh.
Anyway, buat saya, sex does not sells. Dalam hal tertentu, sebenarnya banyak iklan2 yang menggunakan kiasan sex lalu mencampurkan humor dalam hal tersebut. Tidak menarik jika kita melihat iklan seorang wanita memakai baju minim memperkenalkan sebuah produk. Tapi akan lebih menarik jika model itu menggunakan baju minim, duduk dengan pose aga 'mengundang' di atas sofa, sambil makan strawberry dengan lapisan coklat. Penggambaran seperi itu sebenarnya menimbulkan perasaan senang saat kita melihatnya. Karena dalam iklan2 yang menggunakan unsur sex, banyak sekali humor2 yang diselipkan. Contoh lain lagi, yang ada dalam iklan Indonesia saat ini adalah iklan minuman energi. Digambarkan seorang pria berbadan besar dan seorang pria yg sudah agak tua. Si pria berbadan besar topless. Di iklan itu, si pria (maaf), mengoyang2kan dadanya tepat didepan si pria yang sudah agak tua itu. Jelas kan, sebenarnya unsur sex dalam iklan itu adalah si pria berbadan besar, namun dengan cara dia menggoyang2kan dadanya, humor pun tercipta dan audience pun merasa tertarik dengan iklan itu (tertarik secara negatif dan positif tentunya).
Saat ini mungkin banyak iklan yang menggunakan sex karena ketatnya persaingan di dunia advertising. Terlalu menjamurnya iklan di tv2 sekarang ini, membuat audience merasa bosan dan jenuh melihat iklan. Sex dianggap salah satu cara untuk menarik audience. Tapi sekali lagi, sex sajah, tanpa adanya tambahan seperti humor, jelas tidak akan semenarik itu.
Saya sebenarnya tidak berpihak pro ato kontra dalam urusan memakai sex dalam iklan. Memang banyak sekali positif dan negatifnya. Yah, tinggal pintar2 memilih saja dan yang paling penting masih dalam tahap wajar.
Category: Marketing

tp sex...ga selalu berlaku seh.makanya emang harus selalu hati2 dipilih,unsur mana yang mau diterapkan dalam sebuah iklan.
bukankah bgtu jeng rose?!XD
(alah,gw lulus ujian jadi anak advertising ga neh?!)
Kalau anda mo lulus advertising, kuliah saja ditempat saya (alah!)
Ngomong2... baru liat susu kayak gt...XD (Contoh dari minuman energi)