Blogger Template by Blogcrowds

Personal Branding

Pernah bertanya ke teman2 anda, atau bertanya sama diri sendiri? kita ini seperti apa sih di mata orang lain dan di mata kita? apakah selama ini kita sudah bersikap menjadi teman yang baik? yang toleran? atau kita terlalu mendominasi, negatif dan tidak respect???

Kalau sudah, baguslah. Kalau belum, coba kita luangkan waktu untuk bertanya sama diri sendiri (evaluasi diri) atau ke orang lain tentang diri kita. Pasti kita akan terima banyak sekali masukan berharga. Apa gunanya? tentu saja untuk membangun konsep diri kita. Seperti apa kita sekarang dan seperti apa kita ingin dilihat oleh orang lain.

Sudah tak jarang kita dengar moto hidup seseorang 'just be myself'. Tapi, seperti apa si myself itu? bagi kita yang punya moto hidup seperti itu, pertanyaan itu tentu harus bisa dijawab. Self seperti apa kita, apakah personal brand yang kita ingin tampilkan dipublik sudah sesuai dengan yang kita inginkan?

Kalau kita mau terlihat sebagai orang yang smart, sejauh apa kita sudah membuktikan diri kita sebagai orang yang smart. Banyak yang bilang, "terserah orang mau menilai apa, gue mau jadi diri gw sendiri". Nah, kalau seperti ini, bisa dibilang orang itu belum tahu personal brand seperti apa yang ingin ditampilkan. Tidak bisa semudah 'go with the flow'. Kalau kita cuma mengikuti arus hidup saja, ya sama seperti post sebelumnya, kita berarti belum punya mimpi dan action yang terencana.

Dengan punya personal brand yang kita inginkan, sesuai dengan impian kita, dengan sendirinya akan jauh lebih mudah meraih impian itu. Tapi bukan personal brand yang dibuat2 lokh, bisa gawat kalau seperti itu.

Tanpa personal branding yang kuat, tak mungkin Michael Jordan disponsori oleh Nike. Bahkan diri kita pun bisa menjadi sebuah brand! Jadilah icon yang sesuai dengan diri kita masing-masing. Kalau mau jadi atlet, bentuklah citra diri untuk jadi seorang yang sehat. Kalau mau jadi fashion designer, bentuklah citra diri sebagai fashionista. Toh, personal branding itu akan positif buat meriah impian kita.

12 Comments:

  1. Ten Ryu said...
    personal branding, apakah ini ada hubungan dengan 'mengkotak-kotakkan' manusia??
    Johan said...
    intinya segh menjadi manusia yang punya janji sama diri sendiri mo jadi manusia seperti apa, baik buat diri sendiri sama orang lain.

    kalau tau mau jadi seperti apa, tentu saja secara tidak langsung berarti orang itu juga sudah punya visi dung, nyambung ke post sebelumnya
    Aldo aka der Hund said...
    kalo bgtu...sodara Johan telah berhasil mem-personalbranding-kan dirinya menjadi seorang jeng rose!XD
    Johan said...
    @aldo: jangan bercanda kaw, itu diluar konteks dung!
    Cyberdark_ExilE said...
    Gw pernah berpikiran untuk menjadi orang tidak merepotkan bagi orang lain dan bisa bersosialisai dengan orang yang banyak...

    Tapi kenyataannya gw sedang mengusahakan untuk membangun kemandirian gw mulai dari hal2 terkecil dahulu, namun untuk objective selanjutnya nampaknya gw failed... banyak orang yang berkomentar klo gw itu cuek dan dingin, dan gw merasa mungkin ini adalah nature gw sendiri yang agak sulit diubah (mungkin pengaruh dari pembentukan pribadi gw sewaktu kecil kale? jarang keluar rumah dan tidak mengenal secara dekat teman2 semasa kecil gw)...

    Apakah gw harus meninggalkan objective yang ke-2 gw??? dikarenakan kebiasaan gw sendiri yang sulit gw ubah???

    But at least i want to give my thanks to the internet, gw merasa dengan bantuan internet gw bisa bersosialisasi dengan orang2 yang tidak begitu gw kenal (seperti member2 seikat lobak, dll. meskipun gw bersosialisasi dengan secara tidak langsung) dan semua itu maseh dalam tahap proses dan gw blum mencapai kedua objective tersebut...

    Tapi terutama gw berusaha untuk bisa bersosialisasi dengan orang lain, meskipun gw merasa kebiasaan gw agak sulit diubah...

    Anyway this is a good topic... keep it up! :D

    (maap klo omongan gw ada yang salah XD)
    Johan said...
    well, kalau kata teori hierarchy of needs-nya Maslow, manusia tidka bisa lepas dari kebutuhan sosialiasi dan self actualization.

    Memang perlu kita membangun diri kita dulu, tapi kita tidak bisa lepas dari sosialisasi dengan orang lain. Toh dengan sosialiasi kita juga sekaligus membentuk brand kita. Percuma saja kita cape2 buat brand yg bagus tapi tak kita tunjukkan. Lalu, apakah brand yg berusaha kita tunjukkan itu sudah berhasil atau tidak , kan orang lain yang menilai, jadi kita pun bisa terus memperbaiki diri.

    keep working cha2! hehe..kalau sekarang imagenya dingin, berarti ada yang salah...keep socialize saja, toh yang penting prosesnya^^
    Aldo aka der Hund said...
    hm,dan gw berarti uda berhasil membentuk suatu image personal branding sebagai seorang yang ketus,dingin namun intelek XD

    ketus itu kata nyokap gw..soalnya gw kadang2 cuek n pergi aja kalau ada tamu geje ato smcmnya yg gw ga mao ktmuin D:
    dingin karena gw krg dkt dgn tmn2 gw - terutama dr masa2 SMP - n dengan keluarga gw sendiri,gw jg kurang dkt sama de2 gw DX
    intelek karena...alah,gw org pertama (istilahnya kelinci percobaan) dr keluarga besar gw yg berangkat ke jerman utk menuntut ilmu XD

    ...ato mgkn mnrt anda,image gw berbeda dari yg gw kira gw sebut di atas itu?D:
    Johan said...
    yang penting apakah image anda itu bener2 yang anda mau? emang segh lingkunganlah yang nantinya akan menentukan image kita seperti apa. Tapi yang jelas, image itu jelas penting buat masa depan kita. Kalau kita merasa diri dingin plus tambahan dari orang lain, itu bisa jadi self fulfilling prophecy. Kalau imagenya positiv ya bagus, kalau negatif? ya apes. Intinya yang penting kita senang dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

    o iya, jangan lupa juga kalau kita harus masu berubah kalau punya image jelek, terus memperbaiki diri gitu.

    nb buat yang belum tau:
    self sulfilling prophecy itu kalau kita merasa diri kita pintar, maka kita akan jadi pintar (the secret gitu)
    Seyren said...
    *kyaa*

    Hauhuaha, sez, poin yang menarik buat saya dari post anda ini adalah bagian "just be myself" itu.. Selama ini gw banyak nemuin orang yang ngomong "just be myself" tanpa tau pribadi macem apa si "myself" itu, yang akhirnya malah berakibat dia ga punya personal branding yang kuat.

    Gw juga sebenernya bisa dianggep sebage orang yang motto-nya "just be myself", bukan karena gw ga tau gw mau nunjukin personal brand seperti apa, tapi karena gw tau image kaya apa yang mau gw tunjukin TANPA kehilangan quirkiness gw, so to speak.

    Kalo gw mau diliat sebage sosok orang yang think outside the box dan berpandangan kritis, bukan berarti gw musti pura-pura jadi orang laen dan musti ilangin kepribadian gw yang suka bercanda lantas harus selalu serius dan deep. I can be critical in my own way, gw bisa menyampaikan suatu pandangan yang kritis melalui sebuah presentasi yang menghibur dan witty. Because that's who I am.

    Tapi musti dibedain juga yang namanya quirkiness dan sifat negatif, sifat negatif itu bukanlah sesuatu yang musti kita pelihara, karena ga jarang yang namanya sifat-sifat negatif itu membuat image yang pengen lo tunjukin ke orang-orang berbeda dengan apa yang diliat sama orang laen. Sez, ngerti donk? Hihi.. (anak freak, kyaaaa)
    Johan said...
    (akah, anak freak..tentu saja mengerti) XD

    benar ses, sifat negatif itu harus dibuang jauh2, toh orang bisa berubah kok. Tapi harus diingat sebelum membuangnya, orang itu harus SADAR dulu kalau dia punya hal2 negatif yang annoying buat orang2 disekitarnya.Yang paling tidak benar kalau orang itu tidak mau berubah! dan yang ngeselin, dia tidak mau berubah karena dia merasa "itulah gue". Bukan karena "itulah gue" salah, emang setiap orang otu pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tapi sekali lagi, apakah "itulah gue" itu sudah menimbulkan citra kita yang positif.

    Kalau orang lain saja sekali melihat kita sudah negatif, bagaimana mau bersosialiasi dengan lebih baik lagi.

    CHANGE to be a better person is a must!
    Seyren said...
    Sez, anda lupa menambahkan kalo kita juga perlu membedakan yang namanya image dengan kritik. Hihi..

    ;)
    Johan said...
    kritik itu perlu untuk terus menerus berubah menjadi lebih baik! ga mau dung kalau kita tak dikritik, mana ngerti kita sudah jadi orang seperti apa...

    toh dengan kritik, image kita yang mungkin jelek bisa perlahan2 diubah. Kalau sudah cukup baik, ya seperti kodrat manusia, what is good if better is possible. Selalu butuh pembaharuan jadi lebih baik..hehe

Post a Comment



Newer Post Older Post Home