Apa yang kita lakukan kalau sedang tidak memiliki kegiatan yang harus dilakukan disiang atau sore hari? Selain jalan-jalan ke mall, kita cukup sering menghabiskan waktu di rumah melakukan berbagai aktivitas. Yang paling sering dilakukan tentu saja adalah menonton TV. Berapa jam yang sering kita habiskan untuk menatap layar kaca itu? 2 jam, 4 jam, 6 jam atau bahkan seharian penuh. Entah kita melihat tayangan hiburan, berita, acara gosip, tayangan sinetron, dsb. Hidup kita penuh dengan tayangan-tayangan yang setiap harinya kita lihat.
Kita menonton kehidupan rekayasa. Kehidupan yang dibuat-buat oleh skenario yang mampu membangkitkan minat. Yang terjadi? Kita semakin addicted dengan TV dan tak bisa lepas menonton berbagai acara yang disuguhkan.
Manusia senang menonton TV karena TV itu mereproduksi kenyataan. Tayangan-tayangan yang dibuat tidaklah nyata namun dibuat senyata mungkin. Kita senang melihat kehidupan orang lain diperbincangkan secara luas. Kita senang melihat gambar artis-artis yang dengan kehidupan mereka yang dipublikasikan. Tapi kita tidak senang melihat kehidupan kita sendiri. Itulah alasan utama kenapa kita menghabiskan begitu banyak waktu menonton TV.
Kita tidak pernah puas dengan kehidupan kita, akibatnya kita lari kepada TV. Dalam tayangan-tayangan tersebut, kita bisa melihat bagaimana seseorang menghadapi konflik. Kita senang melihat mereka semakin terjerat dengan konflik tersebut. Dengan demikian, kita merasa bahwa kehidupan mereka sangat buruk sedangkan kehidupan kita jauh lebih baik daripada mereka. Atau kita melihat bagaimana seseorang mampu mengatasi masalah mereka dan kita pun kagum dengan cara mereka mengatasi masalah tersebut.
Padahal sebenarnya hidup kita sama saja dengan tayangan-tayangan yang kita lihat di televisi. Hidup kita adalah hidup yang penuh masalah yang beraneka ragam. Dari pacar, keluarga, sekolah, dsb. Kita tidak bisa lari dari berbagai masalah tersebut dan yang pasti kita tidak boleh melarikan diri dengan menonton televisi sebagai ‘penyegaran’.
TV diciptakan sebagai sumber informasi sekaligus hiburan. Tapi terlalu banyak menonton hiburan yang disajikan bisa merusak diri kita. Merusak dalam arti kita menjadi semakin lari dari masalah dan selalu memandang rekayasa realita yang sangat menarik. Menonton TV terlalu sering akan membawa pengaruh negatif dalam hidup kita. Berapa banyak waktu yang kita buang ketika menonton televisi. Waktu yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai hal positif. Apakah dengan menonton TV akan meningkatkan kehidupan menjadi lebih baik? Itulah pertanyaan besarnya.
Category: Personality

'You are what you eat, see, touch, smell, taste, think and more importantly what you do.' -Ten Ryu
Tergantung. Kalo yang ditonton cuma muka2 marsandah,laudya sapalahitunamanya,dan teman2 sejenis...ya JELAS...ga jadi lebih baik.
salam dulce maria!