Blogger Template by Blogcrowds

Proaktif dan Reaktif

Sifat proaktif dan reaktif merupakan dua sifat yang saling bertentangan. Dalam 7th Habits of Highly Effective People, Stephen R.Covey menjadikan sikap proaktif sebagai habit/kebiasaan pertama yang harus dimiliki setiap orang.

Sikap proaktif artinya sikap yang selalu melihat ke depan. Proaktif bukan hanya sekedar aktif, namun mampu melihat ke depan dan berpikir apa yang bisa ia lakukan. Sikap ini jelas dibutuhkan sebagai pendukung visi/cita-cita yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, proaktif artinya memiliki action!

Reaktif adalah sikap seseorang yang bereaksi negatif terhadap lingkungannya. Mereka berasumsi kalau ia adalah korban dari lingkungan sekitar. Korban dari keluarga, teman, sekolah/universitas, tempat kerja, dsb. Mengetahui bahwa ia adalah korban lingkungan, ia pun mengambil langkah reaktif, yaitu tidak berbuat apa-apa dan hanya mengeluh saja. Mereka yang reaktif membiarkan lingkungan menyetir mereka.

Padahal, manusia memiliki kemampuan untuk dapat mengubah kondisi sekitar kita. Ada hal-hal yang mampu kita ubah dan ada juga yang belum bisa. Tidak ada yang tidak bisa kita ubah, hanya saja kadangkala hal tersebut saat ini BELUM bisa diubah. Namun dengan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa kita ubah dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mengubahnya, itulah sikap proaktif. Lingkungan seharusnya tidak menyetir kita, karena setiap orang mampu untuk menyetir lingkungannya. Orang-orang proaktif sadar betul kemampuan untuk bisa mengubah hal-hal yang masih negatif menjadi positif. Namun mereka juga sadar ada batas-batas dalam mengubah hal-hal negatif tersebut.

Proaktif juga percaya bahwa rintangan itu bukan hambatan. Rumusnya adalah rintangan=tantangan yang pasti memiliki solusi. Proaktif membentuk rule of the game, bukannya mengikuti rule tersebut. Proaktif mendobrak sistem yang kaku dan sudah tidak sesuai lagi. Memang terkesan radikal, namun seperti yang ditulis dalam paragraf di atas, orang yang proaktif sadar apa yang bisa dan belum bisa mereka ubah.

Mengubah keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan sekitar kita bukan pekerjaan mudah. Tapi yang pasti, mengubah diri kita adalah hal yang paling mudah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah sikap kita yang masih sering reaktif menjadi proaktif. Dari sanalah, kita mampu melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk terus menyempurnakan diri kita dan bukan tak mungkin, kita mampu mengubah lingkungan kita ke arah yang lebih baik.

Dengan sikap proaktif, seorang Einstein lahir. Meskipun ia sering mendapat ejekan karena temuannya yang dianggap tidak benar, ia tetap percaya pada dirinya. Ia tidak menjadi orang reaktif yang menyerah pada lingkungan, namun ia mau mengubah lingkungannya ke arah yang lebih baik. Masih banyak lagi orang-orang yang mampu mengubah dirinya sendiri dan orang lain dengan sikap proaktif ini. Sebagai manusia yang dilahirkan sama, kita pun wajib menjadi pribadi yang proaktif.

0 Comments:

Post a Comment



Newer Post Older Post Home