Blogger Template by Blogcrowds

Bali Bukan Indonesia

Bali adalah pulau terbaik di dunia saat ini. Keindahan panoramanya, keunikan budaya dan keramahan penduduk menjadi aset nomor satu yang membentuk image Bali, Pulau Dewata ini di mata dunia Internasional.
Tidak ada yang mampu menghentikan langkah Bali sebagai salah satu tujuan wisata utama dunia. Peristiwa Bom Bali 1 dan 2 pada awalnya membuat jumlah turis yang datang ke Bali menurun secara signifikan. Tapi tak lama kemudian, Bali bangkit dan kembali menarik para wisatawan.

Sungguh membanggakan Indonesia punya Bali. Karena Bali, wisatawan mengenal Indonesia. Ehm, pernyataan barusan sepertinya cukup membingungkan bahkan untuk saya yang menulisnya. Apakah memang karena Bali, Indonesia menjadi terkenal? Atau sebaliknya, karena Indonesia, Bali menjadi terkenal?


Ngomongin mana yang membuat terkenal yang lain akan membingungkan. Apakah Paris terkenal karena Eiffel atau malah sebaliknya? Apakah Big Ben terkenal karena London atau sebaliknya? Masing-masing objek wisata memang punya sejarah tersendiri mengapa menjadi terkenal. Tampaknya membahas asal muasal siapa yang terkenal duluan, kota/negara atau objek wisatanya akan menghabiskan waktu saja. Yang paling penting, kalau salah satu sudah terkenal, apakah hal tersebut dapat membuat yang lainnya terkenal?


Kalau Bali terkenal, lalu apakah Bali mampu membuat Indonesia terkenal? Image Bali yang sangat baik apakah juga merepresentasikan image Indonesia? Apakah image Bali sama dengan Indonesia? Atau pertanyaan lain, apakah image Bali memang BISA disamakan dengan image Indonesia pada umumnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengarah pada satu masalah bangsa ini. Kehilangan image baik. Indonesia semakin jarang lagi terdengar karena keindahannya, budayanya atau penduduknya yang ramah. Indonesia malah semakin terkenal sebagai tempat korupsi, teroris dan bahkan bangsa yang bar-bar. Image buruk semakin melekat di Indonesia saat ini. Sangat ironis sekali karena di lain pihak, Bali juga bagian Indonesia. Mengapa image Indonesia tidak melekat ke Bali atau sebaliknya mengapa image Bali yang sedemikian baik tidak melekat ke Indonesia?

Mungkin disinilah terjadi pemisahan antara Bali dan Indonesia. Meskipun menjadi bagian dari Indonesia, Bali memantapkan tujuan besarnya yaitu untuk menjadi tujuan pariwisata kelas dunia. Karena itulah, manajemen Bali secara keseluruhan adalah manajemen berkelas dunia yang berpadu dengan budaya Bali yang kental. Indonesia secara keseluruhan, masih berkutat pada masalah korupsi yang tak kunjung usai, demokrasi yang tidak demokratis, penyelesaian masalah dengan kekerasan, dsb. Sedangkan grand design Indonesia, mau ke mana bangsa ini, tidak kunjung ditemukan formulanya. Jangan mengatakan berbeda mengurus antara Bali dengan Indonesia. Yang satu pulau, yang satu negara. Cakupan negara jelas lebih luas di banding sebuah pulau. Tapi toh, negara yang sangat besar seperti Cina mampu mengarahkan negaranya mau dibawa ke mana. Kalau Indonesia sudah menandatangani Universal Declaration of Human Rights, seharusnya kita sadar bahwa manusia diciptakan sama. Karena kesamaan itulah, terlepas dari SARA, terlepas dari bangsa apapun kita, Indonesia mampu untuk keluar dari krisis ini dan menuju PERUBAHAN. Ya, perubahan menyeluruh yang mampu menjadikan Indonesia the next Bali.

2 Comments:

  1. Ten Ryu said...
    Hahaha... This post reminds me the conversation of my friend:

    A: "Where are you from?"
    B: "I'm from England. What about you?"
    A: "I'm from Indonesia."
    B: "Ah! I know! Indonesia is in Bali right?"

    wew... saia shock... O_o
    Johan said...
    hahaha..emang masih banyak bule2 yang punya pikiran kayak geto. Bukan salah mereka yang jelas, toh persepsi itu muncul karena kita sendiri yang buat.

    Memang Bali bukan Indonesia..:p

Post a Comment



Newer Post Older Post Home