Berapa banyak dari kita yang setiap kali ada janji dengan teman, kita akan datang terlambat, 15, 20, 30 menit atau bahkan lebih? Lalu saat kita tiba dan teman kita pun sudah menunggu, nampaknya ia tidak terlalu bermasalah dengan keterlambatan kita? Atau anda pernah di posisi menunggu? Berapa lama waktu yang anda habiskan menunggu seseorang datang? Lalu apa yang anda lakukan selama menunggu? Pernahkah anda kemudian marah-marah ke teman anda yang terlambat datang?
Tipikal orang Indonesia adalah sangat tidak disiplin waktu. Mulai dari keterlambatan yang hanya 5 menit bahkan hingga berjam-jam. Kebiasaan ini sepertinya sudah turun temurun entah dari zaman kapan. Kalau ada janji jam 9, biasanya kita akan datang jam 9.30 atau bahkan lebih. Kebiasaan ini nampaknya sudah mendarah daging buat bangsa kita, sehingga tidak salah jika bangsa Indonesia dikenal dengan ‘jam karet’nya.
Kita juga punya kebiasaan memaklumi orang yang terlambat dan menganggap kalau hal tersebut memang wajar. Kadang-kadang kita bertanya apa alasan orang tersebut terlambat, tapi yang lebih sering kita tak peduli alasan mereka, yang penting sekarang mereka sudah ada di tempat. Pernahkah kita sadar cueknya kita kepada mereka yang terlambat pada akhirnya akan membuat orang yang terlambat itu tidak sadar akan kelakuan mereka yang sangat merugikan?
Waktu itu berharga dan karenanya patut dihargai. Punya disiplin dalam waktu bukan urusan gampang kalau memang sudah mendarah daging. Tapi kalau memang bangsa ini mau berubah, ya marilah kita sama-sama mulai menghargai waktu. Kalau ada janji jam 7 malam dengan teman, datanglah tepat jam 7 malam atau kalau perlu sebelumnya. Menunjukkan kalau kita peduli dengan waktu adalah sikap yang sangat proaktif dan disiplin yang sederhana namun bermakna.
Tapi bagaimana kalau kita keseringan menunggu teman kita karena ia yang telat? Well, perubahan itu selalu dimulai dari diri sendiri kan? Kalau begitu ya harus dicoba dulu. Ketika kita sudah menunjukkan kalau kita mau disiplin waktu, katakan hal tersebut ke teman kita yang terlambat. Katakan kalau kita sangat menghargai waktu dan karenanya ia pun harus. Sangat merugikan dan tidak mengenakkan kalau kita yang akhirnya membuat orang lain menunggu, apalagi kalau sudah dinasehatin. Tidak percaya? Coba saja kita melakukannya. Datang tepat waktu dan beritahu teman kita yang terlambat kalau ia sudah merugikan diri kita. Buat dia sadar dan pasti dia tidak akan mengulanginya lagi.
Disiplin waktu itu sangat perlu untuk jadi orang yang disiplin. Punya kedisiplinan itu perlu untuk jadi orang yang sukses. Punya ‘jam karet’ jelas hanya akan merugikan buat kita sendiri dan orang lain.
Mari sama-sama buang ‘jam karet’ kita dan bebaskan Indonesia dari jam buatan dalam negeri ini.
Category: Nationality, Personality
1 Comment:
-
- Ten Ryu said...
September 11, 2008 11:51 PMwew... Yang jelas kalo orang kayak gitu diajak pergi maka akan saia tinggal jika melewati batas 20 menit. Time is money ne?
