Blogger Template by Blogcrowds

Parlez-vous anglais?

Kemampuan berbahasa di zaman global sekarang mutlak dan wajib dimiliki semua orang yang ingin go global. Sekolah pun tak segan-segan lagi mengajarkan bahasa Inggris, Mandarin bahkan Prancis, Jerman, Jepang, dsb. Sekolah-sekolah International bahkan menggunakan Inggris sebagai bahasa pegantarnya. Peran sekolah membuktikan kalau bahasa adalah hal yang mutlak dan perlu mendapat prioritas untuk membentuk anak yang mampu bersaing di masa depannya.

Kemunculan berbagai sekolah International di satu sisi jelas menggembirakan. Banyak siswa dapat belajar dari lingkungan global, masuk dalam komunitas global dan belajar dari guru-guru yang juga sangat kompeten. Di sisi lain, sekolah-sekolah pada umumnya semakin kesulitan mengejar dan menanamkan pentingnya berbahasa Inggris dan kawan-kawannya. Langkah-langkah yang diambil untuk mengejar ketertinggalan ini pun tidak tanggung-tanggung. Sekolah yang punya cukup modal menghadirkan guru-guru berkualitas untuk mengajar dan berusaha semaksimal mungkin menghadirkan fasilitas-fasilitas dan berbagai aktivitas yang mendukung pembelajaran, khususnya bahasa.

Bukannya tidak ada yang bisa berbahasa Inggris atau bahasa lain dengan fasih pada sekolah-sekolah ini, namun jumlahnya jelas sangat terbatas. Sekolah memang tidak wajib menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Namun sebagai bahasa kedua? Saya rasa itu mutlak.

Bahasa adalah mutlak. Untuk siapapun. Mulai dari ia lahir hingga ia dewasa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal pun mutlak memberikan pembelajaran bahasa ini. Tapi kalau kita menengok ke daerah-daerah. Saya sangat prihatin dengan kondisi sekolah di sana. Belum saatnya sekolah-sekolah tersebut memfokuskan diri ke pelajaran bahasa karena yang lebih penting adalah mencegah sekolah agar tidak rubuh! Sungguh ironis melihat perbedaan sekolah-sekolah International atau sekedar sekolah-sekolah nasional di kota besar dibanding kondisi mereka.

Yang lebih disayangkan adalah masa depan anak-anak yang bersekolah disana. Dengan pendidikan yang minim, masa depan yang dipertaruhkan. Apalagi di dunia global sekarang. Bersekolah dengan kualitas bagus saja belum tentu menjamin anak tersebut dapat bersaing di masa depannya. Syukurlah pemerintah telah mengeluarkan dana pendidikan 20% dari APBN untuk membantu buruknya kualitas pendidikan. Berdasarkan wawancara Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo dengan Metro TV, dana ini sebagian besar akan dialokasikan untuk pengembangan mutu guru dan tentu saja bangunan fisik sekolah. Langkah ini jelas sangat bijak. Hanya saja, semoga rencana jangan tinggal rencana namun mampu dijalankan.

Indonesia butuh world class education. Kalau tidak, masa depan kita akan sama saja bahkan lebih buruk dari sekarang ini. Bagi kita yang sudah mendapatkan kesempatan luar biasa untuk bersekolah di sekolah yang cukup bagus apalagi berkualitas baik, jangan sia-siakan dengan hanya belajar namun tidak menerapkannya dalam hidup semaksimal mungkin. Siapa tau kalau suatu saat bertemu orang Prancis dan ditanya parlez-vous anglais? Kita bisa dengan PD menjawab oui monsieur!

2 Comments:

  1. Ten Ryu said...
    apa pula artina itu? "Parles-vouz anglais?"?

    wekekeke... bahasa bukan saja satu2nya permasalahan pendidikan saat ini. tapi bagian operasional pendidikan yang lebih mementingkan mutu daripada image. ->percuma atasan berniat baek tapi bawahannya rusak.

    eniwei, yang populer sekarang itu bahasa apa ajah yah? Mandarin, Inggris? kalo Ten Ryu blajar jepang autodeduct dari anime wakakaka...
    Johan said...
    Parlez-vous anglais? itu artinya do u speak English? hehe..dari bahasa Prancis.

    Kalau bahasa sih yang pasti Inggris, Mandarin, Jerman, Prancis, Spanyol dan bahasa-bahasa lainnya menyusul kayak Jepang, Korea, dkk. Tapi setau saya 5 bahasa itu yang paling top dan banyak pemakainya.

Post a Comment



Newer Post Older Post Home