Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra akan segera dieksekusi. Meskipun hingga sekarang waktu dan tempat para pelaku terorisme Bom Bali I ini belum diketahui, namun yang pasti eksekusi ini jelas merupakan bentuk dari masih adanya hukum yang berlaku di Indonesia dan hukum tersebut adalah hukum tanpa tawar-menawar.
Saya cukup tercenggang ketika keluarga Amrozi cs merasa bahwa ketidakjelasan waktu hukuman mati mereka membuat mereka seakan diteror. Sungguh luar biasa masih saja perasaan seolah-olah diperlakukan tidak adil oleh hukum ada dibenak mereka. Bukannya penyesalan akan apa yang dilakukan oleh salah satu keluarganya. Penyesalan akan pembunuhan berencana yang menewaskan begitu banyak manusia. Atas dasar yang sama sekali tidak jelas dan tanpa memiliki rasa kemanusiaan. Toleransi atas keberagaman sudah mati dan masih saja bias tersenyum di depan kamera. Untuk saya sendiri, tindakan mereka ini menunjukkan bahwa di dunia ini ada manusia-manusia yang ternyata perlu dimanusiakan.
Sila kedua Pancasila menuliskan ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’. Saya rasa menuntut keadilan untuk tindakan yang tidak beradab sama sekali tak pantas. Menuntut hak ketika merampas hak orang lain untuk hidup. Menuntut persamaan di depan hukum untuk tindakan pelanggaran hukum yang melecehkan hukum. Entah harus memandang dari sudut pandang mana hingga dikatakan perbuatan keji mereka dapat dibenarkan.
Bravo untuk hukum Indonesia. Saya tidak perduli jika banyak isu-isu yang mengatakan hukuman mati yang dijatuhkan karena banyaknya intervensi dari negara lain. Tanpa intervensi sekalipun, tak ada hukuman yang lebih pantas dari hukuman mati untuk perbuatan mereka.
Saya hanya bisa mengatakan bahwa tindakan-tindakan ekstrimisme hanya akan membawa kehancuran untuk penganutnya sendiri. Dunia ini adalah dunia yang mendasarkan penghargaan akan toleransi. Dunia yang semakin terbuka sehingga perbedaan harus dijadikan kesempatan untuk berkembang. Bukan menutup diri dan membungkam orang lain untuk terjun ke lembah kemunafikan bersama-sama.
Seperti yang dikatakan Barack Obama dalam pidato pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat ‘If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible; who still wonders if the dream of our founders is alive in our time; who still questions the power of our democracy, tonight is your answer.’ Andaikan saja semua orang di negara ini menerima keterbukaan dan toleransi, tidak perlu lagi ada extremisme yang tidak berkesudahan. Saya sampai berpikir, kasihan sekali anak-anak mereka.
Category: Nationality

Tapi hukum di negara kita ada tawar menawar loh ses... tergantung koneksi... contoh si trio bom bali itu dieksekusi ajah sampe mulur jauh... itu berarti masih ada teman mereka yang punya power untuk mengintervensi hukum toh???
krn emg kejahatan mrk uda terbukti,n gada dasar apapun utk memaafkan tindak pidana yg sudah mrk lakukan.
tp setuju sih...bom balinya uda thn 2002 kan klo ga salah?!
...6 tahun tarik ulur baru dieksekusi..sungguh luar biasa hukum indonesia -.-
Sayangnya hingga hari ini lom juga dihukum mati. Molor lagi molor lagi..lama2 kayak maen2 nih. Padahal mereka ngebom bali ga pake molor2 & kaga maen2..
selamat untuk penegakan hukum dan HAM Indonesia!
denger2 setelah si Amrozi dkk taw mereka mo dihukum mati katanya mereka jadi gampang menangis..wew. Kenapa selama ini liputannya kok mereka ketawa moloh ya? haha..
itu berita drmana ko.?
nangisnya karna blm cukup bnyk non-kepercayaan dy yg dibunuh..
pahalanya terhadap agama masih krg banyak [?]
amrozi itu kan selalu senyum2..
source of info : image @ google saat dilakukan research untuk tgs pak bambang.. haha
selaen buku ma internet media laennya adalah koran harian,
wkwkwkw..
berarti media yg up to date & terpercaya itu koran.
wkwkwkkw..
*mengutip dari latihan speech michiko & fio