Pertanyaan yang cukup sering ditanyakan sekarang ini berkenaan dengan krisis ekonomi yang sedang melanda seluruh dunia adalah “apakah krisis ekonomi ini mempengaruhi Indonesia, khususnya kaum mudanya?”. Sebenarnya kalau kita melihat kondisi sekarang, tampak tidak begitu besar dampak yang ada. Tapi sekarang ini, siapa yang bisa memprediksi dengan keyakinan penuh kapan krisis ini akan selesai?
Andaikata krisis ekonomi ini akan selesai dalam 3-5 tahun seperti yang banyak diprediksi, apa saja efeknya bagi orang-orang muda Indonesia? Yang pasti, saat sekarang ini, perusahaan-perusahaan Indonesia mulai mengalami collapse dengan realita yang ada yaitu banyak perusahaan-perusahaan yang mulai memecat orang-orangnya.
Baru-baru ini Astra akan melakukan pemecatan terhadap karyawan-karyawannya dan merekstrukturisasi fungsi perusahaan. Selain Astra, masih banyak perusahaan lain yang akan menyusul karena dampak yang belum begitu besar sekarang ini namun semakin membesar dan entah kapan akan berhenti.
Jika orangtua kita adalah pemain saham, sementara harga saham turun terus, bayangkan saja efeknya ke hidup kita. Orang-orang yang terbiasa mendapatkan keuntungan dari saham harus menelan kerugian yang tidak sedikit. Sementara kehidupan dia saat bermain saham sangat menyenangkan, sekarang ini tiba-tiba harus berubah drastis. Misalnya saja pengeluaran perbulan sekitar 10 juta rupiah, tiba-tiba hanya mampu sekitar 5 juta rupiah atau bahkan lebih sedikit, bayangkan perubahan pola hidup yang harus dialami keluarga tersebut.
Jika orangtua kita adalah karyawan swasta sebuah perusahaan, pasti ada perasaan was-was apakah perusahaan tempatnya bekerja mampu bertahan dibadai krisis ini sehingga mereka tidak dipecat pada akhirnya. Bayangkan kalau orangtua kita hidup pas-pasan lalu tiba-tiba dipecat, pastinya efeknya sangat besar untuk hidup kita.
Jika orangtua kita adalah pemilik perusahaan, pertanyaan paling besar adalah mampukah perusahaan itu bertahan. Mampukah perusahaan membayar gaji pegawai dan berbagai kebutuhan lainnya yang semakin meningkat? Kalau perusahaan pada akhirnya collapse, apa yang harus dilakukan untuk mencari nafkah?
Lalu untuk anak-anak muda Indonesia, terutama yang sedang kuliah. Ketika kita lulus kuliah, apakah kita sanggup mendapatkan kerja? Katakanlah krisis akan selesai dalam 3 tahun sementara 3 tahun lagi kita akan lulus dan orang-orang yang dipecat akibat krisis ekonomi dunia mulai bangkit dan mencari kerja juga, kita adalah orang-orang tanpa pengalaman, skill yang biasa saja sedangkan mereka sudah punya pengalaman dan skill, mampukah kita bersaing dengan mereka?
Sementara ini rupiah terus melemah dan hamper tak ada nilainya, harga-harga semakin naik, perusahaan-perusahaan stagnan dan bahkan nyaris collapse, masa depan kita sulit diprediksi, lalu apa yang harus dilakukan?
Yang jelas kita tak bisa mengubah lingkungan. Kita tak bisa mengubah nilai rupiah, tak bisa menyelamatkan perusahaan-perusahaan, tidak bisa menentukan kapan krisis akan berakhir. Satu-satunya cara adalah kembali membentuk diri kita sebagai individu. Apa visi kita untuk hidup kita, apakah skill dan knowledge yang kita miliki sudah cukup? Meskipun tanpa pengalaman berarti, apakah kita mampu mempresentasikan diri kita dengan baik sehingga kita bisa diterima kerja? Kita sebagai individu harus punya kapabilitas yang tidak hanya cukup namun haruslah outstanding untuk bisa menghadapi the real world!
This is not a game, this is life and you have been warned!
Category: Nationality, Personality

org2 yg melihat waktu itu rupiah sempat melemah & jd kuat sekali sangat tertarik u/ membeli rupiah saat sdg murah lagi (krn waktu itu banyak org untung dr jual-beli rp tsb).. dan nyatanya makin lama bkn makin kuat malah makin lemah (rugi nih..) nyahaha~
iyah tuh..kasihan juga yg maen jual beli gt..palage yg banyak banget belinya. Well, in the other hand, people learn that they should not take an opportunity tapi rakus n menyebabkan orang lain dan negara jadi merugi. Efeknya ya kena sendiri dech :p
gk kok,
wkwkwkw..
gila aja modal drmana maen gituan XD
itu habits nya tuuhh rakuuss para penjual-beli mata uang.
hahahaha.
btw soal global crisis itu kan banyak pihak yg believe in obama dy bs menyelesaikan dgn sgala janji2nya itu,
tp bs kah dia potong tax di saat krisis gini.?
ah bingung.
tapi semuanya kembali lagi bukan ke Obama aza, tp ke seluruh kabinetnya nanti dan policynya. Ini saatnya Obama membuktikan kalau change must not come from Washington but change must come to Washington.
well...ato cm bernilai di Indonesia doank , n Vietnam - krn Vietnam lbh lemah mata uangny dr indonesia.
bahkan di Timor Timur aja mata uang kita sudah tak bernilai lagi,krn smwanya di sana dibayar dgn US DOLLAR DX
ironic but true. ga heran bnyk kaum muda indonesia yg cenderung kuliah + prefer kerja di luar negeri.
begitulah sodara2.
@Ten2: yup2..we really need hope right?
anyway klo mau membantu ekonomi Indo sih setaw saya cara paling paling paling gampang ya pake produk buatan dalam negeri sendiri buat bisa ngebantu pekerja-pekerja Indo n duid bisa berputar lagi jadi ekonomi bisa lumayan selamat..amin
sebagai konsumen kan kita pasti ingin yang bagus dengan harga murah.
meskipun harga satu barang di indo & di aussie sama, tapi klo kualitasnya jelekan brg indo mana maw org pilih brg indo o_O
Saia yakin seyakin-yakinnya kalo Indo pasti bisa maju dengan cara ini tapi saia juga yakin ada pihak2 petinggi yang tidak setuju karena berarti mereka tidak akan dapet bagian korupsi di bea cukai. >_<