Sudah pernah pergi melihat Dubai? Atau sekedar tahu mengenai kota ini lewat media? Sebuah kota metropolitan di Timur Tengah yang perkembangannya luar biasa cepat. Mulai dari pulau buatan sendiri, Burj Al Arab, hotel tertinggi di dunia, Burj Dubai, sebuah gedung pencakar langit setinggi 818m yang juga akan menjadi gedung tertinggi di dunia hingga proyek ambisius Dubai Dynamic Tower, gedung putar pertama di dunia.
Perkembangan Dubai memang sangat fenonemal. Tidak ada satupun kota di dunia ini yang mampu menyaingi pertumbuhan Dubai yang signifikan ini. Hasilnya, ekonomi masyarakat Uni Emirat Arab (UEA) pun meningkat pesat.
Pertanyaan terbesarnya adalah “mengapa Dubai bisa?” Mengapa sebuah negara kecil seperti UEA mampu mengalahkan ekonomi negara-negata Arab lainnya? Padahal kalau diperhatikan, jumlah minyak yang dimiliki Arab Saudi, negara tetangga UEA jauh lebih banyak, daerah lebih luas, penduduk lebih banyak, lalu mengapa Arab Saudi perkembangannya kalah pesat dari UEA?
Dubai adalah kota yang paling toleran di dunia. Tidak peduli anda dari negara mana, kebangsaan anda, agama anda, budaya anda, dsb, asalkan anda ingin berbisnis di Dubai, maka kota ini siap menyambut anda. Disini kita bisa menemukan seorang Muslim berjabat tangan dan menebarkan senyum dengan seorang Hindu. Disini kita bisa menemukan seorang pangeran Arab bertransaksi bisnis dengan orang Eropa. Disini kita bisa menemukan perempuan Arab yang modern yang mampu menjadi eksekutif perusahaan. Disini kita bisa menemukan sinergi dan saling percaya dalam dunia bisnis terlepas dari suku, budaya, agama, bangsa, bahasa, dsb. Disini kita bisa menemukan keterbukaan dan toleransi dunia.
Keterbukaan dan toleransi yang mengantarkan seorang Tiger Woods mau menginvestasikan uangnya untuk membuka lapangan golf. Keterbukaan dan toleransi yang membuat investor-investor dunia siap menamamkan uangnya didaerah Timur Tengah ini. Keterbukaan dan toleransi dengan dukungan penuh pemerintah yang membuat padang pasir tandus menjadi kota super megah.
Kurangnya keterbukaan dan toleransi yang masih membuat banyak negara-negara Arab tertinggal. Kurangnya keterbukaan dan toleransi yang membuat Korea Utara tidak mampu mengejar Korea Selatan. Kasus yang sama dengan Myanmar, Lebanon, Iran, dsb.
Kolumnis favorit saya, Thomas L.Friedman telah menunjukkan bukti-bukti nyata dalam bukunya The World is Flat, bahwa hanya negara-negara yang mau ikut serta dalam globalisasi yang akan berhasil, bukan melawan globalisasi. Kita tidak akan bisa melawan globalisasi. Pertanyaannya bukanlah apakah kita akan ikut dalam globalisasi, tapi bagaimana kita berglobalisasi. Hanya dengan berkolaborasi dengan dunia yang datar, China dan India mampu tampil sebagai kekuatan ekonomi dunia. Hanya dengan menolak kolaborasi, jutaan rakyat di Korea Utara hanya mampu bermimpi punya kehidupan yang lebih baik.
Category: World

and i must say,Dubai bisa maju salah satunya karena BERANI.
Berani Invest gede2an bwat bangun Burj al Arab n Palm de Jumeirah, berani invest gede utk bikin airport yg Shopping-Duty-Freenya megah BANGET.
tp dengan investasi gede itu,terbukti Dubai skrg jadi salah satu kota yg paling berkembang di dunia ^^