Global warming adalah salah satu isu paling hangat, bahkan panas belakangan ini. Banyak orang yang begitu concern terhadap masalah ini sehingga berbagai gerakan pun muncul untuk menunjukkan support terhadap isu yang mempertaruhkan masa depan bumi ini. Salah satu yang menurut saya sangat luar biasa terhadap kepedulian akan lingkungan adalah Green School di Bali.
Saya sendiri baru saja mendengar tentang sekolah yang satu ini. Bukan hanya dari keunikannya yang luar biasa karena keseluruhan struktur bangunan dibuat dari bambu, namun karena visi misinya yang luar biasa yang membuat sekolah ini benar-benar berbeda. Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini.
Sekolah ini jelas bukan sekolah main-main. Kehebatannya sudah terdengar hingga masuk diliputan CNN dan baru saja di majalah Time. Penulis The World is Flat, Thomas L.Friedman pun sudah pernah berkunjung ke tempat luar biasa ini.
Yang paling saya kagumi adalah pencetus sekolah ini, John Hardy dan Cynthia Hardy. Proyek raksasa ini jelas penuh resiko dan penuh dengan tantangan dalam menyelesaikannya. Saya rasa mungkin kalau saya yang membangunnya, saya akan berpikir apakah mungkin bisa menyatukan keindahan alam dengan pendidikan berstandar Internasional. Apa ada yang mau bersekolah di alam yang sangat asli, menanam buah dan sayuran sendiri, bermain bersama kambing, duduk dengan alas bambu, dan belajar bersatu dengan alam. Sedangkan di sekolah lain, selalu yang ditonjolkan adalah fasilitas yang sangat luar biasa, kemodernan gedung, kecanggihan teknologi pendukung, dsb. Ternyata ada dua orang yang sangat luar biasa ini yang berani maju untuk mewujudkan mimpi mereka.
Satu hal lagi yang saya kagumi adalah arti pendidikan itu sendiri bagi Green School. Dalam videonya di CNN, Green School ingin memberikan pendidikan yang menyeimbangkan kemampuan akademik, artistik, sosial dan sentuhan budaya khas Bali pun menjadi nilai tambah. Tak lupa yang paling penting adalah pemahaman untuk mencintai alam mulai dari usia awal. Sekolah yang baru dibuka pada September 2008 ini telah memiliki 103 siswa dan saya sangat yakin akan semakin banyak murid nantinya yang akan menikmati kesederhanaan dan keindahan alam dalam pendidikan berbasis Internasional.
1 Comment:
-
- Ten Ryu said...
February 5, 2009 12:57 AMwow... semoga aja bisa dilaksanakan di seluruh dunia... *membuat visi*
